Minggu, 26 Februari 2012

IKAN CUCUT DAN IKAN PARI


SENIN, 27FEBRUARI2011
IKAN CUCUT (HIU) DAN IKAN PARI
BERSAUDARA KAH??
ASSALAMUALAIKUM,,,
Kali ini saya ingin sharing tentang ikan cucut dan ikan pari.
Ikan cucut (hiu) dan ikan pari tergolong dalam ikan bertulang rawan (elasmobranchii). Disebut demikian karena sepanjang hidupnya, kerangkanya tetap berdiri atas tulang rawan. Dilihat sepintas lalu dari bentuk luarnya, ikan bertulang rawan ini mudah dibedakan dari ikan lainnya yang bertulang keras (Teleostei). Cirri yang sangat jelas ialah karena ikan bertulang rawan tidak mempunyai penutup insang dan tidak mempunyai lambaran-lembaran sisik yang pipih. Di belakang mata pada kedua sisi kepalanya terdapat celah insang masing-masing sebanyak 5 sampai 7 buah. Air pernapasan dikeluarkan lewat celah-celah insang ini. Kulitnya tertutup oleh sisik plakoid yang berupa duri-duri halus yang posisinya condong ke belakang. Karenanya jika tubuhnya kita usap dengan tangan dari arah kepala ke belakang akan terasa agak halus tetapi tidak demikian jika dari arah sebaliknya. Di samping itu ikan cucut dan pari umumya pula mempunyai mulut yang letaknya tidak di ujung terdepan bagian kepalanya tetapi di bagian bawah dan agak ke belakang.
Ikan cucut mempunyai bentuk torpedo disertai ekor yang kuat. Tulang punggungnya melanjut hingga ke ekor bagian atas. Karenanya, ikan cucut merupakan perenang-perenang yang hebat. Ikan pari sebaliknya, umumnya bentuknya pipih, dengan ekor seperti cambuk dan gerakan renang dengan mengibar-ngibarkan sirip dadanya yang lebar dengan gerakkan bagaikan gelombang. Namun kadang-kadang ditemukan cucut yang mirip pari atau pari yang mirip cucut. Untuk membedakannya dengan mudah dapat dilihat pada posisi celah insangnya. Pada ikan cucut (selachii) celah insangnya membuka kea rah samping sedangkan pada ikan pari (batoidei) celah insangnya berada di bagian perut dan bukaannya mengarah ke bawah.
Ikan cucut terdiri dari beratus-ratus jenis dengan berbagai ukuran. Bentuk umum sepeti yang diwakili oleh cucut macan (Carcharias menissorah) adalah sangat dikenal. Tentu saja berbagai variasi dapat ditemukan. Misalnya saja cucut martil (cucut ronggeng, Sphyrna blochii) ujung kepalanya bercagak seperti martil dan matanya terletak di kedua ujung cagaknya. Cucut ini sering tertangkap oleh nelayan di Laut Jawa.


Warna ikan cucut umunya kelabu gelap di bagian punggung dan lebih terang di bagian perutnya, meskipun ada pula yang berwarna lain. Cucut tokek (cucut kembang, Stegosoma tigrinum) tubuhnya berwarna coklat kuning dengan totol-totol gelap. Umumnya ikan cucut melahirkan anaknya (vivipar). Janin (embrio) nya berkembang dalam rahim induknya yang rangkap. Pada cucut macan yang berukuran 3m, dalam tiap rahimnya dapat ditemukan belasan hingga dupuluh janin.
Cucut mempunyai gigi banyak, tajam dan runcing serta berbaris condong ke dalam hingga mangsa yang di terkamnya sukar melepaskan diri. Cucut yang hidup di lapisan air bagian atas memakan segala yang bisa dimakan. Daftar makanannya tidak terbatas, dari ikan kecil hingga ikan besar, kepiting, cumi-cumi, penyu, duyung dan segala sisa-sisa buangan makanan dari kapal. Cucut bahkan dapat memakan jenisnya sendiri (kannibalisme). Herden Berg seorang ahli perikanan yang lama bekerja di Indonesia, pernah menemukan ikan cucut berukuran besar dengan isi perut terdiri dari sisa seekor buaya.
Banyak cerita yang menyebutkan keganasan ikan ini yang berani menyerang manusia. Tentu hal itu ada benarnya, tetapi tidak sedikit pula cerita ini terlalu dibesar-besarkan orang. Serangan ikan cucut terhadap nelayan-nelayan Indonesia sangat jarang bahkan hampir tidak dikenal.
Ada ikan cucut yang tidak buas yaitu cucut geger lintang (Rhinedon typus). Nama populernya dalam bahasa inggris adalah “whale shark” dan kadang-kadang diterjemahkan sebagai cucut paus meskipun tak ada kaitannya dengan ikan paus yang mamalia itu.
Ikan pari dapat dibadakan dalam dua golongan, yakni:
(1)   Yang ekornya betul-betul termasuk bagian tubuhnya dan
(2)  Yang ekornya hanya merupakan bagian tambahan saja atau berupa cambuk.
Termasuk dalam golongan pertama yaitu cucut biola atau panrong dan cucut gergaji. Bentuknya merupakan peralihan antara cucut dan pari. Badannya melebar kesamping seperti pada pari tapi ekornya mirip ekor cucut. Oleh karena itu nama populernya sering disebut cucut meskipun sebenarnya masih tergolonga dalam ikan pari. cucut pedang atau cucut gergaji (Pristis) mempunyai cunggur yang memanjang ke depan dan di kiri kanannya terdapat gigi-gigi hingga bentuknya seperti gergaji. Cucut gergaji Pristis zijsron bisa mencapai panjang 5-6m dan sepertiga bagiannya merupakan gergajinya itu. Meskipun tampaknya menyeramkan, namun ikan cucut gergaji ini makanannya adlah hewan-hewan kecil yang hisup di dasar.  Gergajinya acap kali digunakan untuk pertarungan antara para jantan dalam memperebutkan betina. Bila ikan ini terperangkap masuk dalam jarring akan menimbulkan kerepotan. Ketika anaknya dilahirkan, gergajinya masih terbungkus oleh lapisan lendir hingga melindungi induknya dari kemungkinan terluka. Selain hidup di pantai, cucut gergaji juga terdapat sampai ke sungai.
          Golongan kedua dengan ekor berupa cambuk, mempunyai tubuh yang lebar pipih karena sirip dadanya yang sangat melebar. Lazim disebut ikan pari. salah satu yang sangat umum adalah ikan pari pasir (Trygon sephen). Pada pangkal ekornya terdapat duri berbisa yang dapat membahayakan. Ikan ini mencari makan di dasar laut dan sering membenamkan separuh tubuhnya ke dalam pasir hingga kehadirannya sukar terlihat. Jika terinjak duri bisanya akan masuk kaki dan menimbulakn rasa perih yang amat sangat.
Janis lain yang menarik antara lain pari burung (Aetobatis narinari) dan pari juring (Dicerobatis eregoodoo). Pari burung bentuk umunya saperti segi tiga, pelebaran sirip dadanya ke depan tidak sampai ke ujung kepala. Ekornya panjang seperti pecut. Lebar tubuhnya bisa sampai 2 m. pari burung yang berenang di permukaan air menggerakkan siripnya seperti sedang terbang mengepakkan sayap.
Pari juring (Dicerobatis eregoodoo), sirip dadanya lebar dan ujungnya tirus, ekornya pendek. Pada kepala di depan mata ada sepasang tonjolan berbentuk seperti daun telinga, berguna sebagai alat peraba. Kedua pasang tonjolan ini adalah ujung-ujung depan sirip dada. Pada juring berenangnya sangat cepat, kadang-kadang badannya terangkat beberapa meter dari permukaan air dan jatuh kembali dengan suara “gejebur” yang sangat keras.
ALHAMDULILLAH….. akhirnya selasai juga tulisan ini,
Semoga bermanfaat yah….
WASSALAM

1 komentar:

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar